Selasa, 08 Februari 2011

Secercah Hikmah dari Perayaan Malam tahun baru Imlek

Oleh: Afrinaldo
3 februari 2011

Dalam keheningan malam, saat itu waktu menunjukkan pukul 24.00 atau 00.00. terdengar suara letusan petasan dan kembang api yang menyibak suasana malam yang hening. Kondisi ini berlangsung selama kurang lebih 55 menit. Dari tempat saya beristirahat, terdengar beberapa orang tetangga saya yang beragama Islam bercengkrama membahas fenomena yang terjadi pada malam tahun baru cina ini. Dalam pikiran saya, mengapa bela-belain keluar cuman ingin lihat petasan dan kembang api yang menghiasi langit diiringi suara ledakan petasan yang dinyalakan.

Ada hal menarik yang terlintas di pikiran saya. Saya mencoba membandingkan perayaan yang dilakukan orang Cina untuk menyambut tahun baru Imlek dan perayaan tahun baru hijriah bagi umat nabi Muhammad Saw.

Tahun baru Imlek dihiasi dengan kemeriahan pesta kembang api dan pembagian ampau (THR nya orang Cina) pada saat perayaan tahun baru tersebut. Dilihat dari kondisi ekonomi sebagian besar orang Cina (khususnya yang ada di Indonesia) berada pada standar menengah ke atas. Wajar jika mereka ingin merayakan tahun baru mereka dengan sesuatu yang meriah dan membagikan rezeki mereka kepada orang lain. Masyarakat Cina yang hidup di Negara asalnya menganut ideologi komunis (tidak beragama), artinya tidak ada aturan agama yang akan melarang mereka untuk berfoya-foya dan bertindak sesuka hatinya. Inilah gambaran manusia yang akan menjadi bahan bakar api neraka di akhirat kelak.

Jika kita cermati sikap umat Muslim dalam merayakan tahun baru Hijriah terlihat lebih cerdas dan bermanfaat. Majlis-majlis ilmu merebak dimana-mana dalam rangka memperingati tahun baru Hijriah. Semuanya mengevaluasi diri apa yang dilakukan selama tahun lalu dan apa yang dilakukan sebaiknya di tahun yang baru agar lebih baik lagi dalam segala hal. Sebenarnya umat Islam lebih banyak punya sarana evaluasi untuk memperbaiki diri, tetapi yang terjadi adalah momen hanya tinggal momen, tidak ada tindakan yang dilakukan dari apa yang telah dievaluasi.

Kesamaan bangsa Indonesia dengan bangsa Cina salah satunya adalah sama-sama memiliki jumlah penduduk yang besar, bahkan Cina lima kali lebih banyak penduduknya dari Indonesia. Namun, dari segi perekonomian dan kesejahteraan Cina jauh meninggalkan Indonesia. Padahal, daerah Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah.

Sekarang pekerjaan rumah kita bersama sebagai umat muslim, bagaimana dengan ajaran Islam yang sempurna dan indah ini kita bisa mengejar ketertinggalan kita dalam segala hal. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah nasib mereka sendiri. Wallahu’alam. 



0 komentar:

Posting Komentar