Oleh: afrinaldo
3 Februari 2011
Saat pergantian hari yang ditandai hilangnya cahaya matahari dan berganti cahaya rembulan. Selepas menunaikan kebutuhan seorang hamba akan pertemuan dengan Tuhannya. Ada hal yang membuat hati menjadi tentram karenanya. Sekelompok manusia yang baru selesai menunaikan hak Tuhannya, berkumpul guna melepas dahaga iman dengan mendengarkan untaian nasehat yang akan disampaikan oleh sang guru. Sebelum mendengar nasihat sang guru, salah seorang dari kelompok itu membuka majelis yang mulia itu dengan kalimat-kalimat yang mengajak kita untuk mengingat apa yang telah dan akan kita lakukan dalam hidup ini. Setelah selesai mengantarkan wejangan pembuka, majlispun kini diserahkan pada Sang Guru. Sang Guru memulai dengan kata-kata yang lembut namun menawan untuk disimak. Untaian-untaian kalimat tauhid mengalir dari lisannya. Sang Guru pada majlis yang mulia itu menyampaikan beberapa rahasia yang sesungguhnya menjadi kunci manusia untuk menggapai ketenangan jiwa. Sang Guru sesekali mengutip perkataan Rasulullah Saw. Beliau mengajak semua yang hadir untuk merenungkan sebenarnya manusia tidak akan bisa menafikkan kebutuhannya akan Tuhan yang telah menciptakan dirinya dan menyediakan tempat mereka tinggal untuk sementara waktu hingga dipanggil kembali keharibaannya. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kebanyakan dari manusia lupa akan siapa yang menciptakannya, untuk apa dia diciptakan, kemana hidupnya bermuara dan yang terpenting adalah akan ada pertanggungjawaban atas apa yang telah diberikan-Nya kepada manusia. Entah itu berupa jasad, fasilitas hidup di dunia, keluarga dan bahkan yang sering dilupakan oleh manusia yakni kesehatan dan waktu yang merupakan jatah masa kerja manusia di dunia. Banyak dari manusia yang begitu menggebu-gebu ingin mendapatkan semua kenikmatan yang ada di dunia ini. Pada hakekatnya yang dilakukannya ialah ibarat menangkap bayangannya sendiri. Begitu besarnya keinginannya untuk menangkap maka saat itu pula bayangan itu lari menjauhinya.
Hidup adalah anugerah dari Yang Maha Pencipta. Ketenangan jiwa akan dapat diraih manakala manusia bisa memanfaatkan anugerah yang telah diberikan untuk mengerjakan apa yang dikehendaki oleh Sang Khalik. Tuhanpun akan murka manakala fasilitas hidup itu hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan syahwatnya, bahkan yang lebih parah lagi fasilitas hidup yang telah diberikan Sang Khalik digunakan untuk menyesatkan dan menghalangi manusia dari jalan-Nya. Semoga kita terlindung dari dari azab Yang Maha Pencipta. Wallahualam bishowab.





0 komentar:
Posting Komentar