Rabu, 14 Maret 2012

PERKATAAN TERBAIK BAGI PENGEMBAN AMANAH

Oleh: AFRINALDO - afrinaldo108@gmail.com
Ucapan kata Alhamdulillah selalu tertuju kepada Allah SWT sebagai bentuk kecil dari rasa syukur kita sebagai hamba yang telah banyak diberikan-Nya kenikmatan. Dari awal kita membuka mata tadi pagi hingga saat ini sangat banyak nikmat Allah yang telah melekat di dalam kehidupan kita. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada baginda Rasulullah SAW yang sangat kita rindukan saat-saat perjumpaan dengannya di surga kelak ketika kita diberikan Rahmat oleh ALLah SWT untuk dapat memasuki surga-Nya.

Kehidupan yang kita lalui di dunia ini adalah merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh manusia. Yang mana inti tujuan diberikannya amanah itu oleh Allah SWT: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariat: 56)

Ini adalah tugas pokok dari seluruh manusia dan termasuk jin agar dalam setiap aktivitas yang dilakukan senantiasa berorientasi menghadirkannya hanya untuk Allah SWT. Imam Hasan Al-Banna Allahuyarham mengatakan kewajiban yang ada lebih banyak dari waktu yang tersedia. Setiap kewajiban adalah amanah yang harus ditunaikan, Elemen kunci agar seseorang layak diberi amanah yakni salah satunya harus memiliki sifat jujur. Di salah satu bahasan buku Character Building, penulisnya Mas Erie Sudewo mengungkapkan untuk kelayakan dalam memperoleh kepercayaan dari orang lain minimal seseorang harus memiliki karakter dasar yakni tidak egois, jujur dan disiplin.

Dalam tulisannya Menneg BUMN Dahlan Iskan bertutur mengenai cara untuk mendapatkan tim yang baik diantara banyak orang yang mulai pudar kepercayaan khalayak ramai padanya. Langkah yang pertama kali harus dilakukan adalah mencari orang yang memiliki integritas paling baik. “Orang yang integritasnya baik, biasanya juga akan memilih orang yang integritasnya baik”. Orang yang integritasnya baik, biasanya minoritas di lingkungannya. Orang yang integritasnya baik, biasanya termarjinalkan di lingkungannya. Saat ia dipercaya untuk membentuk sebuah tim yang solid, maka ia akan mencari orang-orang yang berintegritas baik agar menjadi mayoritas sehingga dapat memperbanyak jumlah target kebaikan yang akan direalisasikan.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, keluarga adalah kumpulan orang yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki akhlaknya. Karena dalam Al-Qur’an sangat jelas dikatakan: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6)

Banyak orang tua yang lebih memilih bekerja di hari libur daripada mengadakan acara untuk mempererat hubungan keluarga setelah sepekan disibukkan dengan pekerjaan & aktivitas harian. Hasilnya banyak anak yang tidak mendapatkan perhatian dari orangtua. Padahal anak adalah amanah dari Sang Pencipta. Seharusnya anak menjadi aset untuk menambah timbangan amal baik, dalam realitanya anak malah menjadi beban pertanggungan orangtua dunia dan akhirat karena terjatuh pada jeratan narkoba dan perilaku bejat lainnya.

Setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Begitu Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita empat belas abad yang lalu betapa beratnya menyandang titel pemimpin. Seorang pemimpin musti menanggung resiko atas kepemimpinan yang dijalankan. Di dunia dan akhirat.

Menjadi pemimpin adalah amanah. Sesuatu yang harus dijaga baik-baik karena sangat sulit untuk meraihnya. Ketika amanah tidak dijaga dengan baik maka akan sulit mendapatkan hal yang serupa untuk kedua kalinya. Hidup adalah amanah dari Allah. Menjaga amanah dari Allah sangat berat tantangannya. Tidak hanya sekedar untuk tetap baik dalam menjaga amanah. Kita juga berkewajiban mendistribusikan cara menjaga amanah Allah dengan baik kepada orang lain di sekitar kita. Dengan begitu, Allah punya caranya tersendiri memberikan pujian bagi orang yang telah menjalankan amanah itu dengan sebaik-baik pujian Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS. Fushilat: 33).

Wallahualam bishowab.

0 komentar:

Posting Komentar